Sosial

Cerita Rakyat : Legenda Batu Masjid

Cerita Rakyat : Legenda Batu Masjid
Dok.Batu Masjid

Kutipan dari : Linge Ber Martabat

Bener Meriah | suaragayo.id| –Ini merupakan cerita rakyat yang turun temurun  dari Nenggeri Linge, tepatnya di uber - uber Bener Meriah, ada tempat bersejarah tentang Batu Masjid tempat sholat nya syeh abdur rauf alfansuri bersama pengikut nya,konon menurut orang jaman terdahulu mereka mengatakan itu bukan hanya batu biasa, melainkan musalla-nya para wali allah.

‎Asal Usul Batu Masjid,berdasarkan cerita lisan warga dan orang tua di wilayah tersebut bahwa di jaman Kerajaan Linge, kerajaam pertama di dataran tinggi Gayo, jauh sebelum Takengon ramai, ada sebuah kawasan hutan di Uber-uber  tidak jauh dari aliran sungai dan perbukitan Peruweren ( Gayo Red ) uber -uber. 

‎‎Di sana ada batu alam yang sangat besar, permukaannya datar dan halus seperti hamparan tikar. Atasnya agak cekung, kalau hujan airnya tidak menggenang, orang Linge menyebutnya Atu Masjid / Batu Masjid.

‎Ceritanya, di awal  Islam di Gayo,  Tempat pertama untuk sholat adalah alam itu sendiri,Salah satu yang paling sakral adalah Terbol ( Gayo-Red ) di linge daratan pertama di Linge yang kering. 

‎‎Menurut  sesepuh Linge,di Terbol dan di Batu Masjid inilah leluhur nenek moyang orang Gayo pertama kali mendirikan sholat 5 waktu,Karena itu, sampai sekarang bentuknya datar dan bawah nya berlobang.

‎ ‎Kenapa Disebut Tempat Sholat Para Wali Allah, Ada 3 versi yang selalu diceritakan bersamaan :

‎‎Pertama, tapak tilas Wali,Batu itu pernah menjadi tempat musyawarah dan sholat para penyebar Islam dari Linge  Mereka adalah orang-orang alim yang datang dari arah arab dan dari desa Serule,Karena kesuciannya, batu itu tidak pernah ditumbuhi lumut tebal, selalu bersih meski di tengah hutan.

‎Kedua, batu yang tidak bisa dipindahkan, Pernah ada orang yang mencoba mengambil batu itu untuk fondasi rumah, Dicungkil seharian tidak bergeser. Saat maghrib, dari arah batu terdengar seperti suara azan lirih,sejak itu tidak ada yang berani mengganggu.

‎Ketiga, tempat munajat, Sampai sekarang, di malam-malam tertentu terutama malam Jumat masih ada yang datang ke Batu Masjid untuk sholat sunnat, berzikir, atau mengambil air di sumur keramat di dekat Buntul areal batu tersebut. 

‎‎Ciri dan Pantangannya, Orang tua  bilang Batu Masjid itu punya tanda,Bentuknya seperti sajadah raksasa menghadap kiblat ,Di tengahnya ada bekas cekungan seperti tempat sujud yang sudah halus karena sering dipakai, Kalau duduk di atasnya saat sepi terasa sejuk dan hati jadi tenang.

‎‎Tidak boleh berkata kotor, tidak boleh membawa orang yang sedang berhalangan dalam keadaan tidak suci, dan tidak boleh mengambil apapun dari sekitar batu untuk dibawa pulang.

‎Kalau pantangan itu dilanggar, dipercaya orang itu akan menyasar di hutan Peruweren Batu Masjid, padahal jalan pulang sudah di depan mata, makanya warga sekitar menyebut kawasan itu Peruweren Batu Masjid atau hutan yang dijaga penghuni batu masjid.  

‎‎Bagi orang Bener Meriah,batu Masjid bukan tempat meminta-mint, Itu adalah tapak Masjid Asal di masa para wali allah.

‎Batu Masjid di Uber-uber adalah bagian dari  pengingat bahwa Islam di Gayo lahir bukan dari megahnya bangunan, tapi dari sujud di atas batu dangan hati yg bersih. 

‎‎Kalau ke Uber-uber dan ingin tau tempat dan lokasinya dapat di tanyakan langsung ke orang tua dan penduduk setempat di di mana Atu Masjid, mereka akan memberikan petunjuk jalan setapak ke arah hutan,Bawalah niat yang baik, wudhu dulu, dan jangan berisik.

‎‎Duduklah sebentar di atasnya, bagi sebagian irang Gayo percaya di batu itulah doa-doa para wali Allah masih tertinggal.

‎‎Wallahu a'lam bishawab

‎

Categories: Sosial Tags: —

Bag

0 Comments

  • Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Leave a comment

Newsletter Subscribe

Dapatkan berita terbaru langsung ke email Anda.